Keputusan Sebelum Kekuatan
Kenapa Kita Tidak Pernah "Ready"?
Gw sering denger alasan ini: "Belum siap."
- "Belum siap mulai bisnis"
- "Belum siap hire orang"
- "Belum siap launch produk"
- "Belum siap nego sama investor"
Tapi coba cek: apakah ada orang yang pernah merasa 100% siap sebelum ambil keputusan besar?
Tidak ada.
Studi Kasus: Para Founder Sukses
Jack Ma. Dia tidak siap ketika founding Alibaba. Dia bahkan tidak bisa coding.
Elon Musk. Tidak ada pengalaman dengan mobil listrik ketika mulai Tesla. Tidak ada pengalaman dengan roket ketika mulai SpaceX.
Mark Zuckerberg. Tidak punya background bisnis ketika mulai Facebook.
Mereka tidak menunggu siap. Mereka mengambil keputusan duluan—lalu belajar di jalan.
Dua Tipe Orang
Tipe 1: Menunggu sampai siap
- Tunda keputusan dengan alasan "belum matang"
- Habis waktu untuk riset tanpa action
- Hidup di zona nyaman
- Hasil: tidak pernah mulai, atau mulai terlalu late
Tipe 2: Keputusan duluan, belajar di jalan
- Ambil keputusan meskipun ada ketidakpastian
- Execute duluan, refine setelahnya
- Confortable dengan "akan salah"
- Hasil: accelerate learning, iterate lebih cepat
Bagaimana Membuat Keputusan yang Baik
1. Tidak perlu 100% data Kalau lu tunggu 100% data, lu tidak akan pernah memutuskan. Ambil keputusan dengan 70% informasi, sisanya learn while executing.
2. Small bets first Tidak harus langsung "all in". Buat keputusan kecil dulu untuk test. Validasi, baru scale.
3. Reversible vs irreversible Beberapa keputusan bisa di-reverse (misal: hire orang yang salah bisa di-fire). Beberapa tidak (misal: merger). Classify keputusan lu—untuk yang reversible, jangan terlalu lama think.
4. 10/10/10 Rule Ask diri lu: Dalam 10 menit, 10 bulan, 10 tahun—how will I feel about this decision? Kalau tidak ada penyesalan besar, proceed.
Apply ke Bisnis Lu
Minggu ini: Tentukan 1 keputusan yang sudah lu tunda terlalu lama. Mungkin:
- "Minggu ini lu akan talk ke 5 prospects"
- "Minggu ini lu akan launch versi pertama produk"
- "Minggu ini lu akan fire 1 vendor yang tidak perform"
Tidak perlu sempurna. Tidak perlu siap 100%. Cukup putuskan, lalu eksekusi.
Kesimpulan
Kekuatan tidak datang sebelum keputusan. Kekuatan datang SESUDAH keputusan—di jalan, dalam proses, dalam eksekusi.
Kalau lu menunggu sampai siap, lu akan menunggu selamanya.
Putuskan. Execute. Learn. Repeat.